Hahahaha, akhirnya punya blog baru. Setelah
sekian lama mimpi punya blog, akhirnya kesampaian juga. Cupu banget aku ya. Tapi enggak apa-apalah.
Nah, blog ini dibuat salah satunya agar tulisan-tulisanku yang biasa diposting di facebook kini harus hijrah ke blog. Tentunya bukan hanya tulisan lawas yang sudah dipublikasi yang akan nangkring di blog ini, namun juga tulisan-tulisan terbaru seputar "apa saja" bakal terpajang-pajang di sini.
Untuk mengawalinya, kali ini aku mau cerita tentang "nasi goreng". Yuk lanjut baca aja.
Nasi Goreng Ala Mama
Siapa sih di dunia ini yang enggak senang disukai orang? Pasti senang kan, ketika ada orang yang perhatian dan suka sama kita. Apalagi kalo yang kita suka itu cewek yang kita taksir, udah de, hidupnya udah macam yang paling bahagia aja di muka bumi ini.
Gimana kalau yang suka sama kita adalah sesosok orang tua yang bukan orang tua kita? Pasti senang kan? Apalagi kalo yang suka itu ternyata mertua kita, wah lampu hijau tuh. Tinggal bawa aja orang tua kita ngadap tu mertua, dua bulan bakal jadi! Percaya deh.
Aku punya ibu yang biasa kupanggil umi. Umi adalah orang tua kandungku. Ia punya sejuta kasih dan sejuta sayang yang selalu ia curahkan selama hidupku. Tak letih ia sapu wajahku dengan tangannya yang lembut sambil menamparku dengan kata-kata nasehat. Kadang kata-katanya menyesakkan dada. Baginya, aku adalah bocah lima belas tahunan yang tak tahu apa-apa tentang cinta. Tak apa, biarlah, mungkin memang benar adanya.
Punya satu umi saja aku sudah bahagia. Apalagi kalau dua. Wah, bertambah-tambahlah bahagianya. Itulah yang terjadi padaku. Sekarang, aku bukan hanya punya umi, tapi juga punya mama. Ia seorang ibu dari dua orang anaknya yang bernama Bulan dan Senja. Sekarang, dua-duanya jadi adik-adikku. Wah, bahagianya.
mama mengenalku dari anaknya yang juga
anggotaku di lembaga pers mahasiswa. Lalu, ia mulai mengenal karakterku
lewat buku catatan 100 hari yang diberikan anaknya. Tak disangka seorang ibu
menyukai tulisanku, padahal kawan-kawan kan tau kalau tulisanku itu konsumennya
remaja tanggung yang kebanyakan galau daripada belajar. Enggak tau ngeliat dari sisi mananya
sehingga mama begitu menikmati bukuku sampai-sampai kirim salam. Udah macam
fans gitu la pokoknya.
Aku ya pasti bersyukur banget karena karyaku enggak hanya bisa dinikmati remaja atau mahasiswa. Karena mama, aku jadi kepikiran jualan buku dari rumah ke rumah sambil bilang, "Ayo ibu-ibu, beli buku catatan 100 hari, khasiatnya dapat menemani anda disaat suami jarang pulang!" abes tu baru kena lempar kuali plus tabung gas elpiji.wkwkkwk
Nah, sampai akhirnya iseng-iseng minta dibuatin nasi goreng sama mama. Ecek-eceknya mengkek gitu la. Soalnya sama mama orangnya asyik juga lucu-lucuan, persis macam umi la pokoknya. Saking jahilnya, pesannya gak neko-neko. Nasi goreng pake tomcat! Eh bukan denk, pake kroket. Itu lho, makanan mirip risol, cuma agak besar dan tebel. Makan dua aja udah kenyang.
![]() |
| Ini mamanya ^,,^ |
Ternyata, aku harus mengacungkan semua jempolku untuk nasi goreng buatan mama. Logat bataknya, "Enak kali bah!". Kecapnya itu meresap kedalam butiran nasi yang tidak terlalu lembek. Warna nasinya pun eksotis, kecoklatan kayak orang bule yang manasin badannya di bawah terik matahari di pantai kuta. Garam beryodium yang tak terlalu asin terasa di sela-sela kunyahan. Terakhir, porsi nasi untuk dua orang pas banget buatku. Kalo aja mama ikut ajang indonesian chef, pasti menang dee.
Makasi ya mama udah dibuatin nasi goreng. Satu lagi ma, makasi juga blackforrestnya.
Lain kali buatin steak ya.hehehe

Pak Suyadi ATB MANPS (scs579):
BalasHapusGuud, cantik juga blognya, mantap (makan tape)
Visit my blog too ya on: http://scs579.blogspot.com/
hehe, makasi ya pak..
BalasHapusajari laaa.. kok bisa ada daun2nya..
BalasHapus