Sabtu, 09 Juni 2012

Sekedar Suka Atau Jatuh Cinta

Klinik Dokter Molen, kamu bertanya, Molen menjawab.

Aku enggak tau apa yang kurasakan terhadap dia dok. Apa mungkin hanya sekedar rasa suka?
Aku melihat dia setiap hari lewat depan rumahku. Menunggu kedatangannya dengan hati yang risau. Jujur, setiap bertemu dengannya aku jadi salah tingkah. Tapi tak pernah sekalipun kami saling sapa. Bahkan untuk menatapnya pun aku enggak berani. Sampai suatu saat aku dan temanku dapat fb-nya. Saat dia confirm, aku ucapkan terima kasih, terjadilah perkenalan kecil, meski aneh tapi benar-benar membuat aku senang. Aku, dia dan temanku membahas hal-hal yang tidak penting. Awalnya aku merasa pembicaraan kami lewat fb enggak ada hal-hal istimewa yang berkesan di hati. Hingga aku merasa mungkin aku hanya ingin dekat. Tapi saat temanku mengirim pesan khusus ke dia, dan mereka jadi terlihat dekat, aku agak sedikit cemburu. Pengen nangis tapi malu. Akhirnya aku diam dan memikirkan apa yang aku rasakan sekarang. Aku ingin tanya, benarkah aku jatuh cinta? Dan bagaimana aku menyikapi ini semua agar enggak terjadi masalah dalam hubungan aku, dia dan temanku nantinya.

Makasih dokter Molen.


Dari Lina seorang mahasiswi

Salam Lina.

Ketemu lagi dengan dokter Molen dalam acara KONMACIN (Konsultasi Masalah Cinta). Tentunya masih dengan cara yang sama, menyelesaikan masalah, dengan masalah. Jangan ragu dan jangan bimbang, permasalahan kamu akan dikupas tuntas sak kulit-kulitnya. So, duduk manis disana, dan baca resep dari dokter Molen.

Oke, dokter mau ngucapin terima kasih karena kamu masih percaya sama dokter. Belakangan ini banyak gosip yang menyatakan kalau dokter tak berkompeten, enggak punya skill, belum disertifikasi, atau apalah yang membuat karir dokter hancur, nah kamu jangan percaya tahayul yah. Kamu harus percaya sama dokter seperti kamu percaya panu, kadas, kurap obatnya minyak jilanta.

Lanjut!

Dokter tau kamu sekarang tengah Andilau (antara dilema dan galau) memikirkan perasaanmu terhadapnya.  Apakah rasa
itu sebatas suka seperti suka ngompol atau jatuh cinta? Untuk menjawabnya, dokter perlu meditasi sebentar di toilet. Sabar ya.

*Woiiiiiii, sapa yang nyetor enggak siraaammmm!!!!!
Zzzzz...

Oke dokter udah siap meditasi, mari kita analisis.

Dokter berasumsi kalo cowok ini benar-benar ganteng. Mungkin dia seganteng Si won, salah satu personel Suju atau mungkin Min ho di shinee atau mungkin setampan Tukul. Sebab, awal seseorang itu ketika menyukai seseorang disebabkan beberapa hal, misalnya: sikapnya santun, tutur bahasanya yang baik dan ganteng. Nah, kalo kamu suka dia karena dia santun? Kayaknya enggak lah. Karena kamu enggak intens melihat sikap dia. Kalo karena tutur bahasanya? Kayaknya enggak juga, kapan kalian ngobrol wong saling sapa aja enggak pernah. Itu artinya, kamu menyukainya karena wajahnya enak diliat kan?? Ini asumsi awal kenapa kamu bisa menyukainya.

Selanjutnya, dokter jadi heran dengan zaman sekarang. Di kota-kota besar apalagi di komplek perumahan, bertetangga itu tawar rasanya. Yah, ana ya ana, antum ya antum, artinya ya mikirin hidup masing-masing aja. Berbeda dengan masyarakat pedesaan yang punya rasa solidaritas yang tinggi. Melihat sikap kamu yang beraninya kenalan lewat facebook daripada secara langsung membuat dokter merasa galau sendiri. Soalnya ini juga pernah terjadi sama dokter. Susah banget kenalan sama cewek yang tinggal di sebelah rumah dokter. Dokter akui sih kalo sebenarnya dokter ada perasaan suka sama dia. Alhasil, beberapa tahun sampai dia pindah, dokter belum pernah sekalipun ngobrol sampai satu paragraf dengan dia. Begitulah, kita punya kesamaan ternyata.

Kesan perkenalan saat kalian membahas hal yang tak penting ternyata punya prestise kuat yang akhirnya kamu rasakan saat teman kamu ngirim pesan khusus ke dia. Emang yang dikirim pesan khusus gimana? Ini masih tanda tanya lho.
 Terang aja kamu jadi cemburu, sebab ada orang lain yang juga menyukai dia. Kamu males kan kalo ada orang lain yang tiba-tiba ikut-ikutan suka dengan apa yang kita suka. Apalagi ini cowok, bawaannya sensitif aja memang. Wajar juga kalo kamu pengen nangis, cewek kan kalo ada masalah ngelampiasinnya dengan nangis, so menangislah sepuas-
puasnya. Enggak ada yang larang kok. Yang penting minumnya teh kapal api ya.hehe

Nah, sekarang kamu harus tahu bahwa kamu itu memang lagi jatuh cinta. Kalau cuma suka doang, kamu enggak perlu mikir hubungan antara kamu, dia dan teman kamu itu nantinya. Malah kamunya senang kalo cowok itu jadian sama kamu, tapi kenyataannya? Kamu pengen mutilasi dia kan??? Hehe, becanda kok.

Jatuh cinta itu tak bisa dihindari. Ibarat kamu lagi naek sepeda, tiba-tiba jatoh, apakah kamu sengaja. Ya enggak kan! Namanya juga jatuh, pasti enggak disengaja. Pun dengan jatuh cinta, pasti awalnya enggak sengaja. Lagi jalan-jalan jumpa cowok cakep, timbul perasaan suka. Dapet nomer hapenya, datang perasaan senang. Diajak makan nasi goreng, jatuh cita deh! Wah, cuma diajak makan bisa jatuh cinta??? Dasar! Nah, itu cuma contoh kok.

Nah, saatnya kamu berterus terang pada diri kamu sendiri dan teman kamu itu. Kamu harus bisa meyakinkan diri kamu sendiri bahwa kamu sedang jatuh cinta, dan kamu bilang sama teman kamu, kalo kamu suka sama tu cowok, kalo dia ngerti kan kamu enggak perlu cemburu lagi.

Kalau ternyata teman kamu itu telah jatuh cinta sama tu cowok, udah deh cari aja yang lain, teman dokter banyak yang jomblo nie. Hehe

1 komentar:

  1. bah,, cari yang lain?? -_-" mank na perasaan wanita sekasar itu ya dok?
    masa cari lain? kan gak mudah..!
    entah ya kalo dokter. hehe...
    kalau aku sih, bakal aku pegang erat-erat tu cowok. jgn smpe di sambar cewek lain.
    oww,, enak aja si kawan tinggal main sambar! -_-
    biarpun kawan sendiri,,, tetap aja gak terima.

    harus kali rupanya nyamber target awq??
    no way man..!
    pertahankan tuh...
    nyatain ma tu cowok seantusias mungkin.. hehe ^^

    BalasHapus