Klinik Dokter Molen, kamu bertanya, Molen menjawab.
Aku enggak tau apa yang kurasakan terhadap dia dok. Apa mungkin hanya sekedar rasa suka?
Aku
melihat dia setiap hari lewat depan rumahku. Menunggu kedatangannya
dengan hati yang risau. Jujur, setiap bertemu dengannya aku jadi salah
tingkah. Tapi tak pernah sekalipun kami saling sapa. Bahkan untuk
menatapnya pun aku enggak berani. Sampai suatu saat aku dan temanku
dapat fb-nya. Saat dia confirm, aku ucapkan terima kasih, terjadilah
perkenalan kecil, meski aneh tapi benar-benar membuat aku senang. Aku,
dia dan temanku membahas hal-hal yang tidak penting. Awalnya aku merasa
pembicaraan kami lewat fb enggak ada hal-hal istimewa yang berkesan di
hati. Hingga aku merasa mungkin aku hanya ingin dekat. Tapi saat temanku
mengirim pesan khusus ke dia, dan mereka jadi terlihat dekat, aku agak
sedikit cemburu. Pengen nangis tapi malu. Akhirnya aku diam dan
memikirkan apa yang aku rasakan sekarang. Aku ingin tanya, benarkah aku
jatuh cinta? Dan bagaimana aku menyikapi ini semua agar enggak terjadi
masalah dalam hubungan aku, dia dan temanku nantinya.
Makasih dokter Molen.
Dari Lina seorang mahasiswi
Salam Lina.
Ketemu
lagi dengan dokter Molen dalam acara KONMACIN (Konsultasi Masalah
Cinta). Tentunya masih dengan cara yang sama, menyelesaikan masalah,
dengan masalah. Jangan ragu dan jangan bimbang, permasalahan kamu akan
dikupas tuntas sak kulit-kulitnya. So, duduk manis disana, dan baca
resep dari dokter Molen.
Oke, dokter mau ngucapin terima
kasih karena kamu masih percaya sama dokter. Belakangan ini banyak gosip
yang menyatakan kalau dokter tak berkompeten, enggak punya skill, belum
disertifikasi, atau apalah yang membuat karir dokter hancur, nah kamu
jangan percaya tahayul yah. Kamu harus percaya sama dokter seperti kamu
percaya panu, kadas, kurap obatnya minyak jilanta.
Lanjut!
Dokter tau kamu sekarang tengah Andilau (antara dilema dan galau) memikirkan perasaanmu terhadapnya. Apakah rasa
itu sebatas suka seperti suka ngompol atau jatuh cinta? Untuk menjawabnya, dokter perlu meditasi sebentar di toilet. Sabar ya.
*Woiiiiiii, sapa yang nyetor enggak siraaammmm!!!!!
Zzzzz...
Oke dokter udah siap meditasi, mari kita analisis.
Dokter
berasumsi kalo cowok ini benar-benar ganteng. Mungkin dia seganteng Si
won, salah satu personel Suju atau mungkin Min ho di shinee atau mungkin
setampan Tukul. Sebab, awal seseorang itu ketika menyukai seseorang
disebabkan beberapa hal, misalnya: sikapnya santun, tutur bahasanya yang
baik dan ganteng. Nah, kalo kamu suka dia karena dia santun? Kayaknya
enggak lah. Karena kamu enggak intens melihat sikap dia. Kalo karena
tutur bahasanya? Kayaknya enggak juga, kapan kalian ngobrol wong saling
sapa aja enggak pernah. Itu artinya, kamu menyukainya karena wajahnya
enak diliat kan?? Ini asumsi awal kenapa kamu bisa menyukainya.
Selanjutnya,
dokter jadi heran dengan zaman sekarang. Di kota-kota besar apalagi di
komplek perumahan, bertetangga itu tawar rasanya. Yah, ana ya ana, antum
ya antum, artinya ya mikirin hidup masing-masing aja. Berbeda dengan
masyarakat pedesaan yang punya rasa solidaritas yang tinggi. Melihat
sikap kamu yang beraninya kenalan lewat facebook daripada secara
langsung membuat dokter merasa galau sendiri. Soalnya ini juga pernah
terjadi sama dokter. Susah banget kenalan sama cewek yang tinggal di
sebelah rumah dokter. Dokter akui sih kalo sebenarnya dokter ada
perasaan suka sama dia. Alhasil, beberapa tahun sampai dia pindah,
dokter belum pernah sekalipun ngobrol sampai satu paragraf dengan dia.
Begitulah, kita punya kesamaan ternyata.
Kesan perkenalan
saat kalian membahas hal yang tak penting ternyata punya prestise kuat
yang akhirnya kamu rasakan saat teman kamu ngirim pesan khusus ke dia.
Emang yang dikirim pesan khusus gimana? Ini masih tanda tanya lho.
Terang
aja kamu jadi cemburu, sebab ada orang lain yang juga menyukai dia.
Kamu males kan kalo ada orang lain yang tiba-tiba ikut-ikutan suka
dengan apa yang kita suka. Apalagi ini cowok, bawaannya sensitif aja
memang. Wajar juga kalo kamu pengen nangis, cewek kan kalo ada masalah
ngelampiasinnya dengan nangis, so menangislah sepuas-
puasnya. Enggak ada yang larang kok. Yang penting minumnya teh kapal api ya.hehe
Nah,
sekarang kamu harus tahu bahwa kamu itu memang lagi jatuh cinta. Kalau
cuma suka doang, kamu enggak perlu mikir hubungan antara kamu, dia dan
teman kamu itu nantinya. Malah kamunya senang kalo cowok itu jadian sama
kamu, tapi kenyataannya? Kamu pengen mutilasi dia kan??? Hehe, becanda
kok.
Jatuh cinta itu tak bisa dihindari. Ibarat kamu lagi
naek sepeda, tiba-tiba jatoh, apakah kamu sengaja. Ya enggak kan!
Namanya juga jatuh, pasti enggak disengaja. Pun dengan jatuh cinta,
pasti awalnya enggak sengaja. Lagi jalan-jalan jumpa cowok cakep, timbul
perasaan suka. Dapet nomer hapenya, datang perasaan senang. Diajak
makan nasi goreng, jatuh cita deh! Wah, cuma diajak makan bisa jatuh
cinta??? Dasar! Nah, itu cuma contoh kok.
Nah, saatnya
kamu berterus terang pada diri kamu sendiri dan teman kamu itu. Kamu
harus bisa meyakinkan diri kamu sendiri bahwa kamu sedang jatuh cinta,
dan kamu bilang sama teman kamu, kalo kamu suka sama tu cowok, kalo dia
ngerti kan kamu enggak perlu cemburu lagi.
Kalau ternyata
teman kamu itu telah jatuh cinta sama tu cowok, udah deh cari aja yang
lain, teman dokter banyak yang jomblo nie. Hehe

bah,, cari yang lain?? -_-" mank na perasaan wanita sekasar itu ya dok?
BalasHapusmasa cari lain? kan gak mudah..!
entah ya kalo dokter. hehe...
kalau aku sih, bakal aku pegang erat-erat tu cowok. jgn smpe di sambar cewek lain.
oww,, enak aja si kawan tinggal main sambar! -_-
biarpun kawan sendiri,,, tetap aja gak terima.
harus kali rupanya nyamber target awq??
no way man..!
pertahankan tuh...
nyatain ma tu cowok seantusias mungkin.. hehe ^^